Sendi Rahang Berbunyi & Terasa Sakit Saat Bergerak
Ketika rahang tidak dapat bergerak secara normal, gerakan bibir, lidah, dan rahang dapat terganggu. Hal ini dapat menyebabkan gangguan dalam mengunyah makanan, berbicara, serta gerakan rahang sehari-hari. Ketika rahang tidak dapat membuka atau menutup dengan baik, pasien mungkin mengalami kesulitan dalam mengunyah makanan secara efektif. Ini dapat membuat makanan sulit untuk dikunyah dengan benar, memperpanjang waktu makan, atau menyebabkan ketidaknyamanan saat makan. Oleh karena itu, penanganan yang tepat untuk mengatasi rahang yang terkunci sangatlah penting agar fungsi bicara dan fungsi makan bisa segera kembali dan tidak menimbulkan masalah yang berlanjut.
Sendi rahang /temporomandibular joint (TMJ) terletak di kedua sisi wajah, tepat di depan telinga. Sendi ini menghubungkan tulang rahang bawah ke tengkorak dan membantu gerakan seperti mengunyah dan berbicara. Temporomandibular Joint Syndrome terjadi ketika otot dan ligamen di sekitar sendi rahang terganggu fungsinya karena meradang atau teriritasi. Kondisinya mungkin akut atau kronis, dan rasa sakit terjadi mungkin ringan atau berat. Dalam beberapa kasus, gejala sindrom ini bisa hilang tanpa pengobatan. Namun, jika gejala menetap, dokter dapat merekomendasikan berbagai pilihan pengobatan, seperti:
1. Obat-obatan
Obat-obatan dapat membantu meringankan rasa sakit yang terkait dengan kondisi ini. Beberapa obat yang biasa dokter resepkan adalah:
- Obat pereda nyeri dan antiradang. Seperti ibuprofen atau obat pereda nyeri OTC lainnya.
- Antidepresan trisiklik. Obat-obatan seperti amitriptyline, dalam dosis rendah terkadang bisa untuk menghilangkan rasa sakit, kontrol bruxism, dan sulit tidur.
- Relaksan otot. Jenis obat ini terkadang bisa membantu menghilangkan rasa sakit yang terjadi karena kejang otot.
2. Terapi
Terapi non-obat untuk temporomandibular joint syndrome meliputi:
- Pelindung mulut (Splint). Seringkali, orang dengan nyeri rahang akan mendapat manfaat dari memakai perangkat lunak atau keras pada gigi.
- Terapi fisik. Bersamaan dengan latihan untuk meregangkan dan memperkuat otot rahang. Seperti perawatan ultrasound, terapi panas lembap, dan es.
- Edukasi. Dokter dapat memberi edukasi untuk membantu pengidap memahami faktor dan perilaku yang dapat memperparah rasa sakit, sehingga dapat menghindarinya. Seperti mengatupkan atau menggemeretakkan gigi, bersandar pada dagu, atau menggigit kuku.
3. Prosedur Bedah atau Lainnya
Ketika metode lain tidak membantu, dokter mungkin menyarankan prosedur seperti:
- Arthrocentesis. Ini adalah prosedur invasif minimal yang melibatkan penyisipan jarum kecil ke dalam sendi. Kemudian menyalurkan cairan melalui sendi dan menghilangkan kotoran dan produk samping inflamasi.
- Suntikan. Seperti suntikan kortikosteroid ke dalam sendi, atau menyuntikkan toksin botulinum tipe A (botox) ke dalam otot rahang. Ini dapat meredakan nyeri yang terkait dengan temporomandibular joint syndrome.
- Artroskopi TMJ. Dalam beberapa kasus, bedah arthroscopic bisa efektif, seperti bedah sendi terbuka. Kemudian, dokter menempatkan sebuah tabung tipis kecil (kanula) dan instrumen bedah kecil ke dalam ruang sendi, untuk operasi.
- Kondilotomi modifikasi. Ini bisa menangani sindrom secara tidak langsung, dengan pembedahan pada mandibula, tetapi tidak pada sendi itu sendiri. Mungkin bermanfaat untuk pengobatan rasa sakit dan jika penguncian terjadi.
- Operasi sendi terbuka. Jika nyeri rahang tidak sembuh dengan perawatan yang lebih konservatif dan terjadi karena masalah struktural pada sendi, dokter mungkin menyarankan operasi sendi terbuka (arthrotomy) untuk memperbaiki atau mengganti sendi.
Jika dokter merekomendasikan operasi atau prosedur lain, pastikan untuk mendiskusikan potensi manfaat dan risikonya, dan tanyakan semua pilihan pengobatan yang tersedia.
Itulah pembahasan mengenai pilihan pengobatan untuk temporomandibular joint syndrome. Jika kamu mengalami kondisi ini, segera booking appointment Anda dengan dokter gigi spesialis prostodonsi di Mels Dental Center